Menari Bersama Angin Di Kawah Ilalang, Bondowoso
Kemarin saya berkenalan dengan Ilalang. Bukan ilalang yang dijumpai di pinggir jalan. Mereka tumbuh setahun sekali di sebuah kawah tersembunyi. Bagi mereka, angin adalah alunan musik semesta yang selalu dia nanti. Sudah dinantinya semenjak mulai kecil hingga dewasa dan siap menari. Anginnya pun tidak selalu datang dan berbunyi setiap hari, kadang terhalang pepohonan, kadang tertahan punggung pegunungan, bahkan kadang angin yang dia nanti terhempas angin lain yang lebih kuat. Ketika angin berhasil melewati pepohonan, melewati celah pegunungan, menuruni lembah dan sampai di tempat mereka tumbuh. Mereka menari, mengikuti arah angin yang berputar di sekitarnya, menari melepaskan kapas-kapas putih bersama doa-doa yang mungkin hanya bisa dimengerti rerumputan, agar kapas-kapas putih itu tiba dan berhasil tumbuh pada musim hujan berikutnya. Disebut Labeng Seng, Karena dikelilingi perbukitan seperti ini Kawah Ilalang, itulah nama tempatnya mereka hidup dan tumbuh. Dimana sekitar kawahnya ...